3.1.a.7. Demontrasi Kontekstual - Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran

 

3.1.a.7. Demontrasi Kontekstual - Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran

 

Disusun Oleh :

Lilin Marisa - CGP Angkatan 1- SD Negeri 3 Kemiriombo - Kabupaten Temanggung

 


Jurnal Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran

Salam hangat untuk guru hebat di seluruh Indonesia!

Salam Guru Penggerak! Tetap Semangat dan Bahagia!

 

        Kurang lebih selama 5 bulan saya telah mengikuti Pendidikan Guru Penggerak, banyak sekali ilmu dan pengalaman baru berharga yang saya peroleh. Berangkat dari filosofi Ki Hadjar Dewantara “Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tutwuri Handayani”  menjadi titik awal bagi sebuah gebrakan dalam dunia pendidikan yang memandang setiap anak adalah unik, mereka ibarat planet-planet dalam galaksi bimasakti yang mengelilingi matahari. Kita sebagai pendidik hanya bisa merawat dan memaksimalkan potensi mereka sesuai kodrat yang mereka miliki, kita tidak bisa membentuk mereka menjadi seperti yang kita inginkan. Paradigma ini yang menurut saya menjadi sebuah gebrakan dalam dunia pendidikan bahwa anak memiliki hak untuk merdeka belajar, belajar sesuai minat dan bakat melalui pembelajaran berdiferensiasi yang terintegrasi dengan pembelajaran sosial emosional sehingga mereka bahagia melalui setiap prosesnya. Hal ini secara tidak langsung juga melatih guru dalam mengelola emosi lebih baik lagi, baik pada dirinya sendiri sebagai pemimpin pembelajaran maupun kepada para siswa yang dididiknya.

           Gambar 1. Pembelajaran yang menyenangkan dan berdiferensiasi terintegrasi dengan KSE

 1.  Secara bertahap dan  berkesinambungan saya akan terus berusaha mentransfer dan mengaplikasikan pengetahuan yang saya dapatkan di program guru penggerak ini di sekolah tempat saya mengabdi melalui cara-cara berikut ini:

a. Saya akan mengajak rekan-rekan guru di SD Negeri 3 Kemiriombo untuk mulai menerapkan filosofi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara.

b. Menunjukkan hasil karya berupa poster, spider web atau video yang telah saya unggah ke media sosial dengan membagikan link tersebut.

c. Menunjukkan hasil karya selama mengikuti program pendidikan guru penggerak dengan menempel karya yang telah dibuat pada papan visual kelas.

d. Mengajak rekan guru di SD Negeri 3 Kemiriombo menerapkan pembelajaran inquiri apresiatif dengan membagikan RPP yang telah disusun sebelumnya.

e. Mengajak rekan guru di SD Negeri 3 Kemiriombo dalam penanaman budaya positif dan penerapan kesepakatan kelas. 

f. Mengajak rekan guru di SD Negeri 3 Kemiriombo menerapkan pembelajaran berdiferensiasi yang terintegrasi dengan  kompetensi sosial emosional.

g. Menerapkan teknik coaching model TIRTA  untuk mengaplikasikan keterbukaan dan memaksimalkan potensi dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi secara mandiri.

                                    

Gambar 2. Kesepakatan yang disepakati oleh semua warga kelas

 

2.      langkah-langkah awal yang akan saya lakukan untuk memulai mengambil keputusan berdasarkan pemimpin pembelajaran adalah:

a.       Berkonsultasi dengan rekan sejawat sesama calon guru penggerak.

b.      Berkonsultasi dengan pendamping calon guru penggerak.

c.       Berkonsultasi dengan atasan dan rekan sejawat di sekolah terkait aksi yang akan saya lakukan.

Perencanaan yang akan saya lakukan ketika menemukan kasus dilema etika adalah menerapkan  minimal salah satu dari tiga prinsip untuk mengambil keputusan berdasarkan pemimpin pembelajaran yaitu:

ü  Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking).

ü  Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking).

ü  Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking).

Dalam pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran, tentu akan ditemui 4 paradigma dalam pengambilan keputusan, yaitu:

ü  Individu lawan masyarakat (individual vs community).

ü  Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy).

ü  Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty).

ü  Jangka pendek lawan  jangka panjang (short term vs long term).

Oleh karena itu, perencanaan yang akan saya lakukan ketika menemukan kasus dilema etika adalah menerapkan  minimal salah satu dari tiga prinsip untuk mengambil keputusan berdasarkan pemimpin pembelajaran, 3 prinsip pengambilan keputusan tersebut adalah:

ü  Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking).

ü  Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking).

ü  Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking).


 

Gambar 3. Papan rekam budaya positif

 

Agar saya dapat mengambil keputusan yang baik sebagai pemimpin pembelajaran, maka saya akan menerapkan 9 langkah berikut ini:

ü  Mengenali bahwa ada nilai-nilai yang saling bertentangan dalam situasi pengambilan   keputusan.

ü  Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi pengambilan keputusan.

ü  Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi pengambilan keputusan.

ü  Pengujian benar atau salah.

ü  Pengujian paradigma benar lawan benar.

ü  Melakukan prinsip resolusi.

ü  Investigasi opsi trilemma.

ü  Buat keputusan.

ü  Lihat lagi keputusan dan refleksikan.


                                                  Gambar 4. Praktek coaching model TIRTA

3.      Saya akan memulai dan menerapkan langkah-langkah tersebut pada tanggal 12 April 2021, setelah video conference modul 3.1 selesai dengan instruktur pada tanggal 10 April 2021.

4. Yang akan menjadi pendamping saya, dalam menjalankan pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran dan yang akan menjadi teman diskusi saya untuk menentukan apakah langkah-langkah yang saya ambil telah tepat dan efektif adalah:

a.       Kepala Sekolah SD negeri 3 Kemiriombo

b.      Rekan Guru SD Negeri 3 Kemiriombo

c.       Pendamping CGP Angakatan 1 Kelas 21-B1 Kabupaten Temanggung:

Ø  Seno, S.Pd

d.      Teman sesama CGP Angakatan 1 Kelas 21-B1 Kabupaten Temanggung:

Ø  Bety Suryandari, S.Pd

Ø  Laina Musyarofah, S.Pd

Ø  Rini Astini, S.Pd

Ø  Tri Fiana, S.Pd

Komentar

  1. Semangat, terima kasih sudah menuliskan nama saya di sana, tetap kompak saling membantu ya...

    BalasHapus
  2. Semangat dan sukses selalu untuk kita..

    BalasHapus
  3. Luar Biasa Bu Lilin, Semoga sukss selalu.

    BalasHapus

Posting Komentar